3822817

Mengenal GEDI

Nita Roshita
Nita Roshita
Terakhir diperbarui April 16, 2023
3 orang telah membaca

Tentang Modul

Pertanyaan dasar yang muncul ketika bicara tentang Gender Equality, Diversity, dan Social Inclusion (atau dalam Bahasa Indonesia: Kesetaraan Gender, Keberagaman, dan Inklusi Sosial) adalah mengapa hal ini menjadi penting untuk dipahami, dibahas dan melakukan aksi bersama untuk mengatasinya.

Menjawab pertanyaan tersebut, mari kita awali dengan mengapa “kamu” penting. Populasi Indonesia didominasi oleh generasi Z yaitu mereka yang lahir antara tahun 1997-2012; yang pada akhir 2021 mencapai 29,94% dari total populasi di Indonesia. Menurut data Kementerian Dalam Negeri, jumlah penduduk generasi Z yang berusia 10-24 tahun, sebanyak 68.772.815 jiwa dan paling banyak berada di Jawa Barat, yakni 11.886.058 jiwa.

Sumber: Kementerian Dalam Negeri
Image: https://dataindonesia.id/ragam/detail/ada-6866-juta-generasi-z-di-indonesia-ini-sebarannya

Tetapi, generasi muda di bawah 25 tahun juga menghadapi banyak tantangan. Pandemi Covid-19 membuat generasi muda kehilangan kesempatan bekerja, menurunnya kualitas pendidikan dan kompetensi yang diperlukan dalam persaingan pasar kerja. Dengan latar belakang sosial dan ekonomi berbeda, termasuk gender, kesenjangan di antara generasi muda pun makin lebar, terutama dalam mendapatkan akses pendidikan yang diperlukan.

Tantangan lain yang adalah Gen Z rentan mengonsumsi konten hoax, hidup dalam bubble informasi karena begitu derasnya arus informasi yang diterima. Di saat yang sama Gen Z rentan menjadi korban doxing, perundungan dan menjadi “musuh publik” di media sosial dan pengalaman ini bisa menjadi trauma panjang untuk korbannya.

Berita baiknya, menurut laporan IDNTimes.com, Gen Z masih optimistis masa depan Indonesia yang lebih baik. Keberagaman agama dan suku bangsa menjadi modal Indonesia bisa lebih baik. Gen Z juga percaya perempuan dan laki-laki setara termasuk dalam kepemimpinan, meski faktanya baru 118 dari 575 anggota DPR adalah perempuan. Gen Z juga masih percaya pada peran gender bahwa laki-laki adalah kepala rumah tangga dan perempuan bertanggungjawab untuk merawat anggota keluarga dan pekerjaan domestik.

Menjelang Pemilu 2024, sebagian besar Gen Z akan memberikan suaranya untuk pertama kali. Membuat Gen Z memahami kesetaraan gender, keberagaman dan inklusi sosial menjadi tanggungjawab bersama agar suara Gen Z mengalir pada calon pemimpin yang memiliki sensitivitas GEDI. Suara Gen Z dalam media sosial menjadi penting sebagai agen perubahan menuju kesetaraan gender, menjaga keberagaman dan inklusi sosial.

Kurikulum

10 Materi45h

Pengantar

Latar Belakang00:00:00
Tujuan, Bahasan, Output, dan Metode00:00:00
Distribusi Waktu00:00:00
Alat dan Bahan00:00:00

Langkah dan Pembahasan

Penulis Modul

Nita Roshita

Penulis Modul

0/5
2 Modul
0 Ulasan
6 Peserta

Nita Roshita adalah seorang spesialis di bidang gender, disabilities and social inclusion. Nita telah bekerja lebih dari 10 tahun di isu perempuan, dari level akar rumput sampai pembuatan kebijakan dengan framework GEDSI. Nita punya pengalaman panjang bekerja di NGO lokal sampai organisasi lingkungan multikultural, yang melengkapi pengalaman 11 tahun sebagai jurnalis.

Nita sempat bekerja sebagai Program Koordinator untuk program Women in News (WIN) yang diinisiasi WAN IFRA, serta di Ashoka Indonesia bidang venture and fellowship. Nita menempuh S1 di Jurusan Kriminologi FISIP Universitas Indonesia dan S2 di MA Political Communications, Goldsmiths University berbekal beasiswa Chevening.

Lebih detail

Write a review

Free
Tingkat
Pemula
Durasi 45 hours
Materi
10 materi
Kategori